Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2022

Membuat Website Offline – Install WordPress di Localhost (Windows)

Untuk membuat hosting lokal di komputer anda, kita akan menggunakan software XAMPPXAMPP merupakan software cross platform antara ApacheMySQLPHP dan Perl, sehingga memungkinkan kita untuk membuat web server lokal di komputer kita.


  • Setelah selesai download file installer XAMPP, lakukan proses instalasi. Anda akan mendapati notifikasi error seperti ini. Klik OK.
  • Kemudian akan muncul wizard instalasi dari XAMPP. Klik Next.
  • Setelah itu akan muncul pilihan komponen apa saja yang akan diinstal. Apache dan PHP sudah otomatis. Pilih MySQL dan phpMyAdmin saja karena hanya itu yang kita butuhkan untuk tutorial kali ini. Lalu klik Next.
  • Kemudian halaman berikutnya adalah lokasi dimana XAMPP akan diinstal.
  • Berikutnya kita ditawari untuk menginstall Bitnami, program bawaan dari XAMPP. Tapi kita tidak akan menggunakan program ini. Jadi hilangkan centang, kemudian klik Next.
  • Setelah itu XAMPP siap untuk diinstal. Klik Next.
  • Proses instalasi berjalan.

  • Jika sudah selesai, aktifkan XAMPP.

  • Kemudian pilih bahasa yang akan digunakan, pilih bahasa Inggris atau Jerman. Di tutorial ini menggunakan bahasa Inggris. Lalu klik Save.

  • Beginilah tampilan control panel XAMPP.

  • Aktifkan Apache dan MySQL dengan cara klik tombol Start di sebelah kanan.
  • Setelah itu buka browser lalu ketikkan: localhost. Maka akan muncul halaman XAMPP.
  • Langkah selanjutnya kita akan membuat database terlebih dahulu di XAMPP. Caranya klik phpMyAdmin di sebelah kanan atas.

  • Buat database baru, dengan klik New di sebelah kiri atas.

  • Tulis nama database yang dikehendaki di di bagian Create database di kolom Database name.

  • Misalnya sebagai contoh, saya menggunakan nama database dev. Kemudian klik Create.

  • Selamat, database sudah berhasil dibuat! Kemudian ke Tahap berikutnya.

Tahap 2: Install WordPress


  • Setelah itu buat folder baru di dalam folder htdocs. Caranya, cari lokasi instalasi XAMPP. Di tutorial ini, saya menyimpan XAMPP di Local Disk (C:). Kemudian cari folder htdocs.

  • Dalam folder htdocs, buat folder baru untuk menyimpan data website.

  • Sebagai contoh saya buat folder Dev. Kemudian extract file instalasi WordPress di dalam folder ini.

  • Langkah selanjutnya, adalah instalasi WordPress. Buka browser, ketik localhost/(nama folder), contoh: localhost/dev. Karena folder yang saya buat adalah dev. Muncul halaman instalasi WordPress. Pertama adalah pilih bahasa yang akan digunakan untuk WordPress nanti. Kemudian klik Continue.

  • Kemudian akan muncul halaman notifikasi untuk mengingatkan anda membuat database terlebih dahulu. Karena kita sudah buat database di Tahap 1, klik Let’s go.

  • Isi formulir dengan informasi database yang telah kita buat.

  • Ubah Database Name sesuai dengan nama database yang kita buat tadi. Di tutorial ini saya menggunakan nama database devUsername diisi dengan rootPassword dikosongkan. Sisanya biarkan saja. Kemudian klik Submit.

  • Klik Run the installation untuk menyambungkan antara database yang sudah dibuat dengan WordPress.

  • Proses selanjutnya adalah pembuatan user untuk di WordPress dan instalasi. Site Title diisi nama website. Username diisi dengan nama yang akan gunakan untuk masuk ke dalam WordPressPassword diisi dengan kata kunci untuk masuk ke dalam WordPressYour Email digunakan untuk menerima akun WordPress yang telah dibuat ini, atau misalnya nanti ketika lupa password atau username, informasi akun akan dikirim ke email ini. Setelah itu klik Install WordPress.



  • Selamat, WordPress sudah berhasil diinstall! Silakan login dengan akun yang telah dibuat.

  • Pada halaman login WordPress, anda harus memasukkan username atau email dan password yang baru saja dibuat. Kemudian klik Log In.

  • Setelah itu anda akan masuk di halaman dashboard WordPress untuk mengelola website anda.

  • Buka di browser: localhost/(nama folder)

  • Selamat WordPress anda sudah berhasil terinstall secara offline! silahkan custom sendiri website offline anda.






Struktur Website yang SEO Friendly


 

Apa itu Struktur Website?

Struktur website adalah susunan halaman-halaman penting yang ada di website. Biasanya struktur atau arsitektur website ini akan terlihat dari navigasi utama atau menu.

Struktur website yang baik membuat berbagai halaman di website Anda saling terhubung. Dengan begitu, pengunjung bisa merasakan user experience yang baik. Sebab, pengunjung bisa dengan mudah menemukan informasi yang dibutuhkan.

Namun, struktur website tidak hanya penting untuk sudut pandang user. Ia juga penting untuk  SEO atau Search Engine Optimization. Sebab, dengan struktur website yang baik bot Google akan lebih mudah menelusuri halaman website Anda. Hal itu ikut berpengaruh juga ke penentuan ranking halaman website di mesin pencari.

Mengapa Struktur Website Penting?

Setidaknya ada lima alasan kenapa Anda wajib memperhatikan struktur website. Berikut penjelasannya:

1. Dapat Mempengaruhi User Experience (UX)

Seperti yang kami sebutkan di awal, arsitektur website yang baik akan sangat mempengaruhi user experience pada pengunjung website Anda. Selain mudah dinavigasi, pengunjung juga lebih mudah menemukan konten atau produk yang mereka butuhkan. 

Beda lagi ketika pengunjung sulit menemukan halaman yang mereka cari. Mungkin saja tanpa pikir panjang pengunjung akan keluar dari website Anda. Sangat merugikan, bukan?

2. Memudahkan Crawling

Struktur website yang baik tidak hanya bisa membantu user menemukan konten yang dibutuhkan. Tapi juga membantu web crawler untuk mengakses dan menemukan hubungan antarkonten yang Anda buat. Dari situ, web crawler akan lebih mudah untuk mengindeks konten Anda di mesin pencari. 

Dengan struktur website yang baik, Anda bisa mendapatkan sitelink untuk website. Sitelink adalah tampilan unik di hasil pencarian milik Google. Tampilan ini menunjukkan link homepage bersama halaman-halaman penting di bawahnya.


Sitelink sangat bermanfaat untuk SEO website Anda. Beberapa manfaatnya termasuk:

  • Meningkatkan reputasi brand. 
  • Meningkatkan kepercayaan pelanggan.
  • Membantu Anda mendominasi hasil pencarian.
  • Meningkatkan rasio klik.
  • Mempercepat conversion.

4. Menghindari Kompetisi Konten dari Website yang        Sama 

Struktur website menghindarkan Anda dari kemungkinan konten yang saling berkompetisi (cannibal content). Kompetisi macam ini sangat merugikan karena mengurangi trafik yang didapat masing-masing konten. 

Kompetisi yang dimaksud mungkin terjadi ketika Anda memiliki beberapa konten blog post yang mirip. Misalnya saja, Anda punya beberapa artikel tentang error WordPress dan menggunakan beberapa kata kunci yang sama untuk konten tersebut. 

Konten-konten yang mirip tersebut membuat Google kesulitan untuk memutuskan mana konten yang paling penting. Hasilnya konten Anda tadi saling berkompetisi untuk berada di posisi teratas Google. 

Solusinya, Anda harus membuat struktur taksonomi dan internal link yang baik. Jadi konten itu lebih jelas hubungannya dan tidak saling berkompetisi.

Berbagai Tipe Struktur Website

Banyak orang mengira kalau hanya ada satu macam struktur website yang benar. Padahal, ada empat tipe struktur website yang bisa Anda gunakan. Apa saja?

  • Hierarki. Struktur website tipe ini adalah yang paling umum dan disukai. Halaman-halaman disusun dengan struktur seperti pohon. Parent page dengan informasi yang lebih umum/luas berada di paling atas struktur. Parent page itu kemudian dikategorikan menjadi beberapa child pages dengan informasi yang lebih detail.
  • Linier.  Struktur website tipe sekuen adalah yang paling sederhana. Semua informasi disusun secara linier. Bisa dari yang paling umum sampai yang paling spesifik. Bisa juga secara alfabetik. Struktur ini cocok untuk website edukasi atau training. 
  • Matriks. Struktur website tipe matriks menyediakan banyak link yang relevan untuk user. Dengan berbagai kumpulan topik. User bebas memilih link atau page mana selanjutnya yang ingin mereka kunjungi.
  • Network. Struktur website tipe ini lebih dinamis dibanding yang lain. Dengan struktur tipe ini, user bisa bebas menentukan link atau page apa yang mereka ingin kunjungi selanjutnya. User dapat memiliki pengalaman pencarian mereka sendiri dengan memanfaatkan fitur search.

Bagaimana Cara Membuat Struktur Website yang SEO Friendly?

Ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan untuk membuat struktur website yang SEO friendly, yaitu:

1. Buat Rencana Dahulu 

Coba tulis semua ide konten yang ingin Anda masukkan ke website. Lalu, kelompokkan semua konten tersebut dalam kategori yang lebih umum. Kemudian susun semuanya hingga saling berhubungan. 

Misalnya, Anda mau menggunakan struktur yang berbentuk hirarki. Anda tinggal urutkan saja kontennya hingga membentuk piramida. Kira-kira seperti ini:


Homepage berada di urutan paling atas dari struktur website. Itu artinya, homepage menjadi halaman pertama yang diakses pengunjung sebelum ke halaman-halaman lainnya. 

Itu kenapa Anda perlu menautkan beberapa link halaman paling penting ke homepage. Dengan begitu, peluang pengunjung untuk membuka halaman penting jadi lebih besar. Mereka pun akan menemukan informasi dengan lebih mudah. 

3. Buat Navigasi yang Jelas

Untuk memiliki homepage dengan struktur yang baik, Anda perlu membuat navigasi yang jelas. Ada dua jenis navigasi yang bisa Anda tambahkan di website, yaitu menu dan breadcrumbs. 

Menu

Menu adalah elemen navigasi utama yang ada di dalam website. Biasanya, menu utama diletakkan di bagian atas homepage. Tepatnya, di samping persis logo atau nama website.

Banyak orang menggunakan menu untuk menampilkan halaman kategori yang memuat banyak sekali konten. Selain itu, menu bisa juga dipakai untuk menghubungkan ke halaman landing page ataupun halaman kontak.

Contohnya, website Niagahoster. Di homepage kami, Anda bisa menemukan menu utama berisi kategori-kategori produk dan layanan Niagahoster.

Breadcrumbs 

Breadcrumbs adalah navigasi tambahan yang ada di sebuah website. Navigasi ini berbentuk teks berisi link dan biasanya berada di atas judul halaman. 

Breadcrumbs membantu visitor mengetahui posisi mereka di website Anda. Berikut ini contoh breadcrumbs trail di sebuah website.


4. Gunakan Taksonomi

Agar navigasi yang Anda buat lebih teratur, coba gunakan sistem taxonomies yang ada di  WordPress atau CMS lainnya. Taxonomies dipakai untuk mengelompokkan konten berdasarkan kategori atau tag. Sehingga, visitor bisa lebih mudah mencari artikel lain yang setopik. 

Categories

Satu blog bisa terdiri dari beberapa kategori umum.  Kalau di toko online fashion, Anda bisa buat kategori seperti “Wanita”, “Pria”, “Anak-anak”, dan lainnya.

Nah, tiap kategori tersebut masih bisa dibuat lebih detail dengan subkategori. Misalnya di “Kaos”, “Kemeja”, “Piyama”, “Jaket”, “Pakaian Dalam”, “Bawahan”, dan lain-lain. 


Tags

Selain membuat kategori, Anda juga bisa menggunakan tag untuk mengelompokkan konten. Berbeda dengan kategori yang strukturnya berupa hirarki, tag tidak memiliki struktur. 

Meski begitu, tag tetap penting untuk digunakan. Tag bisa menunjukkan ke visitor, bahwa ada produk atau post lain yang berkaitan. Jadi, pengunjung website bisa mencari konten lain yang menurut mereka menarik.


Mungkin Anda sudah mulai paham kalau struktur website berhubungan dengan kategorisasi konten dan tautan link ke konten yang berhubungan. Karena itu, kini saatnya belajar cara menggunakan internal link.

Internal link adalah istilah untuk menghubungkan konten-konten di website Anda. Internal link ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Dua halaman yang terhubung harus memiliki topik yang berkaitan.

Berikut ini pembahasan lebih lanjut tentang internal link untuk dua macam website:

Untuk blog, sama seperti menyusun hierarki kategori tadi. Anda harus menulis beberapa topik yang lebih umum atau luas cakupannya terlebih dahulu. Kemudian baru Anda buat berbagai post dari beberapa topik utama tadi. Jika sudah, Anda bisa memberikan internal link di konten-konten yang masih saling terkait topiknya.

Misalnya, blog post kami dengan topik framework akan memiliki internal link dengan topik macam-macam framework (misalnya: Laravel, Codeigniter, VueJs), dan cara instal framework tersebut. Jadi, dengan begitu visitor bisa belajar lebih banyak dan mendalam tentang topik terkait framework.

Usahakan untuk memberikan banyak internal link yang relevan ke blog post Anda yang penting. Sehingga, visitor tidak hanya akan berhenti di halaman penting Anda, tapi juga di halaman terkait lainnya.

Internal link di online shop punya cara kerja yang berbeda dengan yang di blog. Di online shop, Anda ingin visitor untuk tetap di satu halaman, sampai ia melakukan pembelian. 

Karenanya, internal link untuk online shop harus bisa mengarahkan pengunjung ke pilihan produk atau deal yang lebih menguntungkan. Ini dia trik-trik khusus internal link di online shop:

  1. Link dari bundle produk ke produk yang lebih spesifik.
  2. Link yang mengarah ke bagian, “Pelanggan juga membeli produk ini..”
  3. Link yang mengarah ke bagian “Best seller product” atau “Lebih murah dengan membeli juga produk yang lain”.
  4. Link yang mengarah ke bagian “Produk lain yang sejenis”.

6. Kelola Struktur Website Anda

Setelah struktur website Anda selesai dibuat pun, tugas Anda tidak serta merta selesai. Anda tetap harus melakukan maintenance. Anda harus terus memerhatikan struktur website, ketika menambahkan konten baru.

Dengan kata lain, arsitektur website adalah bagian dari strategi SEO jangka panjang Anda. Untuk mengelola struktur website, Anda perlu melakukan beberapa hal di bawah ini:

Audit konten Anda

Audit konten berarti jika Anda punya artikel yang sudah kedaluarsa, Anda harus mengupdate dan kemudian mempublikasikannya ulang. Misalnya, ada artikel yang tak pernah dikunjungi, Anda bisa mempertimbangkan untuk menghapusnya saja. 

Tapi ingat, jangan sembarangan menghapus page atau artikel ya! Karena, jika sampai Google tidak bisa menemukan halaman karena sudah dihapus, maka user Anda akan mendapatkan 404 error page. Jika sudah begitu, SEO website akan jadi buruk.

Untuk mencegah itu tadi terjadi, Anda perlu melakukan redirect URL halaman yang sudah Anda hapus. Dengan melakukan redirect halaman, alih-alih menemukan halaman error 404, user Anda akan menemukan halaman lain yang relevan.

Hindari Keyword yang Sama 

Website Anda akan berisi banyak sekali konten. Dari yang topiknya luas, hingga yang spesifik. Maka Anda harus berhati-hati dengan keyword yang sama atau sangat mirip ketika menambahkan konten.

Jika tidak, Anda bisa saja kehilangan ranking di Google. Itu karena Anda berkompetisi dengan artikel di web Anda sendiri.

Oleh karena itu, perlu untuk melakukan riset performance konten Anda. Sehingga, Anda tahu harus berbuat apa. Misalnya, apakah perlu menggabungkan konten dengan keyword yang sama atau melakukan redirect.

Cek Kembali Taksonominya

Mengecek taksonomi website adalah salah satu cara mengelola struktur website. Coba cek kembali apakah susunan kategori dan subkategori website Anda masih sesuai dengan konten yang dibuat.

Misalnya, ada satu kategori yang berisi lebih banyak konten dibanding kategori lainnya. Itu artinya, mungkin saja Anda perlu membuat kategori baru. Sebaliknya, jika ada kategori yang berisi hanya sedikit page, lebih baik hapus saja kategori tersebut. Anda bisa juga pilih pindahkan halaman tersebut dan gabungkan ke kategori yang lain. 

Lalu, jika Anda membuat sitemap HTML secara manual, usahakan untuk memperbarui sitemap tersebut setelah mengubah struktur situs Anda. Namun, jika Anda memiliki sitemap XML, lakukan re-submit sitemap itu kembali ke Google Console.

Saatnya Membuat Struktur Website yang SEO Friendly!

Struktur website yang baik menaikkan reputasi website Anda di mata Google dan pengunjung. Itu kenapa tidak ada salahnya mengeluarkan tenaga lebih untuk memperhatikan hal yang satu ini. Baik ketika baru mulai membuat website ataupun ketika Anda mau mengatur ulang struktur website yang sudah Anda jalankan. 

Di artikel ini, Anda sudah dapat informasi super komplit seputar struktur website SEO. Semoga informasi ini bermanfaat ya. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

https://www.niagahoster.co.id/blog/struktur-website-seo/



Sabtu, 28 Mei 2022

6 Langkah Mudah Upload Website ke Hosting


 Sebelum membaca tutorial cara mengupload website lebih lanjut, Anda harus melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Masuk ke control panel akun hosting Anda.
  • File website (biasanya dalam format arsip .zip atau .tar.gz) dan database (jika digunakan).
  • Aplikasi FTP, seperti FileZilla, dan informasi login FTP (opsional).

Langkah 1: Pilih web hosting yang andal dan tepercaya


Membuat website dengan performa terbaik memang tidak boleh sembarangan. Salah satu hal yang akan paling berpengaruh adalah kualitas layanan web hosting yang Anda pilih, dengan semua fitur unggulan untuk mulai membuat dan mengonlinekan situs Anda.

Ada beberapa hal penting yang tidak boleh Anda abaikan saat memilih hosting bulanan maupun hosting tahunan murah:

  1. Live support. Pasti Anda pernah merasa kesal saat tak ada seorang pun yang datang dan membantu Anda. Apalagi jika terbelit masalah, otomatis Anda merasa marah dan sebal. Begitu pula dengan yang terjadi pada web hosting. Jika suatu provider hosting tidak menawarkan fitur live chat atau bantuan via telepon, maka Anda akan merasa kesulitan dan kebingungan dari waktu ke waktu.
  2. Memiliki kontrol terhadap akun web hosting Anda. Semakin terbatasnya Anda dalam mengontrol dan mengelola akun, maka semakin besar pula kesempatan Anda untuk mendapatkan masalah ketika website berhasil dionlinekan. Salah satu contohnya adalah WordPress.com vs WordPress.org (versi self-hosted).
  3. Space untuk mengembangkan proyek online Anda. Sebagian besar website yang sudah memiliki banyak traffic melalui proses yang sangat panjang sebelum seberhasil sekarang. Sebelum memakai jasa web hosting tertentu, pastikan provider tersebut memiliki fitur yang dapat diskalakan jikalau suatu saat website Anda membutuhkan lebih banyak ruang dan powder (misalnya, VPS atau cloud web hosting).
  4. Jaminan uang kembali. Tidak ada seorang pun yang suka berinvestasi kalau hasilnya hanya membawa kerugian. Jadi, Anda harus mengecek dan memahami kebijakan suatu provider. Jaminan pengembalian duit memungkinkan Anda untuk mengetes web hosting terlebih dulu sebelum akhirnya membeli dan menggunakannya.
  5. Penawaran tambahan yang lebih baik. Siapa yang tidak suka dengan berbagai penawaran terbaik? Misalnya, di layanan kami, ada registrasi gratis domain jika Anda membeli paket web hosting dengan durasi tahunan (bahkan paket hosting Bisnis menawarkan SSL gratis seumur hidup!). Singkatnya, carilah layanan yang menawarkan sejumlah keunggulan dari satu paket.

Sebagai perusahaan yang sudah lama berkecimpung di dunia web hosting, kami memberikan semua yang Anda inginkan!

Langkah 2: Pilih cara upload website


Langkah selanjutnya adalah memilih tool yang tepat untuk mengonlinekan website. Berikut empat tool yang paling banyak digunakan untuk mengupload situs:

File Manager

Tool berbasis browser ini memiliki semua fitur unggulan untuk mengelola file dan direktori Anda. Jika memilih Hostinger, Anda akan mendapatkan akses ke tool ini!


Hanya saja, tool ini memiliki satu kekurangan, yaitu batasan upload. Jika ukuran backup website lebih besar dari 256MB, sebaiknya gunakan FTP.

File Transfer Protocol (FTP)

Karena setiap web hosting dilengkapi dengan FTP secara default, maka Anda dapat menggunakannya untuk mengonfigurasikan aplikasi FTP (contohnya, FileZilla). Semua informasi yang dibutuhkan untuk upload website disimpan di dalam FTP Accounts yang berada di bawah Files.


Tidak ada batasan jika ingin mengupload website menggunakan FTP. Hal ini berarti Anda bisa mengimpor arsip backup berapa pun ukurannya.

Importer website otomatis

Di Hostinger, ada fitur yang disebut Import Website. Fitur ini bisa digunakan untuk mengekstrak arsip website hingga 256MB secara langsung ke direktori public_html.


Plugin migrasi WordPress

Seperti yang Anda tahu, WordPress merupakan salah satu platform yang terkenal akan kemudahan pengelolaannya. Jika Anda menggunakan WordPress, maka ada beberapa cara untuk memindahkan website. Salah satu cara termudah adalah dengan menggunakan plugin (misalnya All in One WP Migration), yang akan melakukan pemindahan situs.


Sayangnya, kelemahan plugin terletak pada batasan ukuran arsip website yang bisa diunggah, yakni 256MB. Sebenarnya, kelemahan ini bisa diaasi dengan membeli versi premiumnya.

Apabila ukuran file website lebih besar dari 256MB, maka opsi terbaik adalah dengan menggunakan FTP. Untuk informasi yang lebih lengkap, silakan baca artikel tentang migrasi WordPress.

Langkah 3: Upload dan ekstrak arsip website


Mari kita mulai dari File Manager Hostinger – tool yang kami buat untuk memudahkan pekerjaan para webmaster. Buka File Manager dan pilih ikon Upload Files yang ada di menu kanan atas.


Gunakan fitur Extract yang ada di menu bagian atas untuk decompress arsip website Anda.


Langkah selanjutnya adalah memastikan semua file tersimpan di folder yang benar dan tepat.

Jika ingin menggunakan FTP dengan FileZilla untuk mengupload website, maka ekstrak arsip website terlebih dulu di komputer (karena aplikasi FTP tidak memiliki fitur ekstrak).


Dengan mengekstrak file website terlebih dulu, Anda dapat mentransfer semua file secara langsung ke public_html tanpa perlu melakukan hal-hal lain. Kalau tidak, Anda harus membuat koneksi via SSH dan mengekstrak arsipnya secara manual.

Langkah 4: Pastikan semua file tersimpan di public_html


Di tahap ini, Anda harus memastikan bahwa semua file tersimpan di direktori root domain, yang adalah public_html.

Terkadang, muncul direktori tambahan ketika Anda mengekstrak backup website. Alih-alih example.comfile website Anda terbuka di example.com/sesuatu.

Anda bisa menggunakan File Manager atau FTP untuk memindahkan website dari subfolder ke domain utama. Langkah-langkahnya seperti di bawah ini :

  1. Buka direktori di mana file Anda tersimpan.
  2. Pilih semua file, lalu klik kanan, kemudian pilih opsi Move.
  3. Atur destinasi ke public_html dan lakukan proses sampai selesai.

Langkah 5: Mengimpor database MySQL


Jika website punya database, maka Anda juga harus menguploadnya.

Akan tetapi, apabila website tidak punya database MySQL, maka Anda tidak perlu membaca bagian ini.

Berikut langkah-langkah untuk mengimpor database:

  1. Buat database dan user MySQL baru.
  2. Buka database yang baru saja dibuat melalui phpMyAdmin.
  3. Gunakan fitur Import untuk upload file backup.
  4. Update informasi koneksi database MySQ (misalnya, nama database, host, user, password) yang ada di dalam file konfigurasi.

Untuk informasi yang lebih lengkap, silakan baca tutorial kami yang berjudul cara merestore database dengan menggunakan phpMyAdmin.

Langkah 6: Mengecek apakah website berhasil online atau tidak


Setelah semua file website berhasil diupload, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengecek situsnya apakah bisa online ata tidak. Apabila domain telah diarahkan ke Hostinger, maka yang perlu Anda lakukan hanyalah membuka domain tersebut melalui browser.

Satu hal yang perlu diingat, jika domain baru saja diarahkan ke server kami, maka Anda harus menunggu hingga 24 jam agar DNS bisa sepenuhnya dipropagasi.

Namun, jika domain diarahkan ke provider lain, maka ada beberapa cara untuk mengecek apakah situs dan domain bisa diakses atau tidak:

  1. Dengan menggunakan file host. Ada file khusus di komputer yang bisa diatur agar bisa meniru perubahan DNS (jika Anda menggunakan MacOS, silakan baca tutorial ini).
  2. Mengecek ketersediaan tool online. Di internet, ada banyak sekali tool online! Di samping itu, tool online juga bisa digunakan. Cukup paste nama domain dan tool akan melakukan tugasnya.
  3. Menggunakan plugin browser. Jika Anda setup ekstensi, seperti Virtual Hosts, maka ekstensi tersebut bisa digunakan untuk mengecek perubahan DNS. Dalam hal ini, Anda hanya butuh nama domain dan alamat IP dari akun Anda (A record).

Ikuti semua instruksi dan proses dengan benar agar konten website berhasil online. https://www.hostinger.co.id/tutorial/cara-upload-website