Sadarkah kamu bahwa teknologi
kecerdasan buatan atau istilah kerennya AI (Artificial
Intelligence) saat ini sudah banyak bertebaran dan diterapkan di berbagai
bidang kehidupan. Bahkan AI bisa kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari,
seperti asisten virtual Google dan Siri contohnya. Kecerdasan buatan memang
bukan hal yang baru, namun perkembangannya selalu menjadi sesuatu yang menarik
perhatian.
Dalam
perkembangan AI selain karena perannya sangat membantu manusia, juga didukung
banyaknya kehadiran film fiksi ilmiah yang berkaitan dengan AI. Sehingga
semakin menambah ketertarikan orang-orang terhadap AI. Perlu kamu ketahui juga,
AI tidak selalu berupa asisten virtual seperti Jarvis pada film Iron Man atau
selalu dalam bentuk robot. Namun AI lebih luas dari itu, AI bisa diterapkan
dalam berbagai hal dengan menekankan pada kecerdasan mesin yang bisa memberikan
respon layaknya manusia.
“Kecerdasan kita adalah apa yang menjadikan kita
manusia, dan AI adalah perpanjangan dari kualitas itu.” (Yann LeCun)
Saat
ini hampir semua perangkat komputer atau teknologi modern telah banyak
menerapkan kecerdasan buatan. Seperti yang diungkapkan sebelumnya AI bisa
kamu rasakan saat menggunakan smartphone melalui
asisten virtual Google atau Siri. AI diprediksi akan terus berkembang dan
lebih cerdas lagi dan kamu tidak dapat menghindarinya.
Mengenal Kecerdasan Buatan
Kecerdasan buatan atau Artificial
Intelligence (AI) adalah simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia
yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti halnya
manusia. Sedangkan menurut Mc Leod dan Schell, kecerdasan buatan adalah
aktivitas penyediaan mesin seperti komputer dengan kemampuan untuk menampilkan
perilaku yang dianggap sama cerdasnya dengan jika kemampuan tersebut
ditampilkan oleh manusia.
Dengan kata lain AI merupakan
sistem komputer yang bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang umumnya memerlukan
tenaga manusia atau kecerdasan manusia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
AI sendiri merupakan teknologi
yang memerlukan data untuk dijadikan pengetahuan, sama seperti manusia. AI
membutuhkan pengalaman dan data supaya kecerdasannya bisa lebih baik lagi. Poin
penting dalam proses AI adalah learning, reasoning dan self
correction. AI perlu belajar untuk memperkaya pengetahuannya. Proses
belajar AI pun tidak selalu disuruh oleh manusia, melainkan AI akan belajar
dengan sendirinya berdasarkan pengalaman AI saat digunakan oleh manusia.
Hal yang cukup menarik dari AI
adalah ia mampu melakukan self correction atau
mengoreksi diri sendiri. Jika kamu pernah mendengar ungkapan AI “Jika aku tidak
pernah menang, maka setidaknya aku tidak boleh kalah” sedikit ngeri juga ya. AI
memang diprogram untuk itu terus belajar dan membenahi diri sendiri dari
kesalahan yang pernah dibuatnya.
Jika kamu masih bingung dari cara
kerja AI, mari kita ambil salah satu contoh yaitu AlphaGo. Saat awal
dikembangkan ia diberi 100 ribu data pertandingan Go untuk dipelajari.
Kemudian, AlphaGo akan bermain Go bersama dengan dirinya sendiri dan setiap dia
kalah dia akan memperbaiki cara ia bermain dan proses bermain ini akan diulang
sampai jutaan kali.
Salah satu kelebihan AI dibanding
manusia adalah AI yang dimiliki oleh AlphaGo tadi adalah manusia hanya dapat
bermain satu kali dalam satu waktu. Sedangkan AI bisa mensimulasikan beberapa
pertandingan pada satu waktu secara bersamaan. Sehingga proses belajar dan
pengalamannya juga bisa lebih banyak dibanding manusia. Hal ini terbukti ketika
AlphaGo bermain dengan juara dunia Go pada tahun 2016 ia bisa menjadi
pemenangnya.
Contoh Kecerdasan Buatan
Kecerdasan
buatan atau AI ini telah banyak diterapkan di berbagai bidang seperti industri,
medis, pendidikan, bisnis bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini
beberapa contoh dari penerapan AI yang biasa kamu jumpai dalam kehidupan
sehari-hari.
1. DeepFace Facebook
Mungkin
kamu bertanya-tanya, dari mana AI itu mengetahui bahwa orang yang ada pada foto
tersebut adalah kamu? Perlu kamu ketahui bahwa sebelum AI dapat
mengidentifikasi bahwa orang di foto itu adalah kamu, AI akan dilatih
berdasarkan data. Datanya didapatkan saat kamu menandai orang di foto
sebelumnya dan dari hasil saran AI terhadap orang yang ada di foto yang kamu
setujui. Setelah AI berlatih dan memiliki banyak data maka AI nantinya akan
dapat mengidentifikasi seseorang yang ada di foto.
2. Rekomendasi E-Commerce
Konsep
penerapan AI yang sering kamu jumpai salah satunya adalah rekomendasi produk
pada e-commerce. Mungkin kamu pernah berbelanja di salah satu e-commerce dan
ketika kamu berbelanja ada produk-produk yang direkomendasikan untukmu. Produk
yang direkomendasikan tersebut bukan dari seseorang yang memprediksi kira-kira
kamu beli apa ya? Produk rekomendasi tersebut merupakan hasil dari proses AI.
Lalu
darimana AI mendapatkan produk-produk yang akan direkomendasikan tersebut? AI
memperoleh data dari kamu sendiri, misalnya ketika kamu melakukan pencarian
produk, pembelian produk dan kamu sudah melihat produk apa saja. Data
tersebutlah yang akan diproses dari konsep AI yaitu data mining sehingga AI
akan merekomendasikan produk-produk yang pas buat kamu.
3. Asisten Virtual
Contoh
dari kecerdasan buatan berikutnya adalah asisten virtual, ada banyak penyedia
asisten virtual seperti Google assistant, Siri atau Alexa. Seperti asisten pada
umumnya, asisten virtual ini juga bisa kamu ajak berinteraksi. Selain itu
asisten virtual dapat mencatat kapan kamu ada janji atau acara dan memberikan
informasi ketika waktu acara yang ditentukan segera tiba.
Asisten
virtual ini juga bisa kamu perintah untuk melakukan pengiriman pesan, memutar
musik, membuka aplikasi dan lain sebagainya. Asisten virtual ini juga akan
terus belajar seiring kamu menggunakannya, sehingga asisten virtual dapat
mengetahui apa yang kamu sukai dan hal apa yang biasa kamu lakukan.
Sebenarnya
masih banyak lagi contoh penerapan dari AI, seperti fitur AI yang dimiliki oleh
kamera pada smartphone yang
bisa melakukan pengaturan kamera sesuai dengan kondisi saat itu. Atau AI dari
mobil Tesla yang mampu berjalan tanpa adanya pengemudi.
Kesimpulan
Penerapan
AI banyak mempengaruhi cara kita hidup, berinteraksi dan meningkatkan pengalaman
dan kenyamanan kita. AI terus berkembang dan masih banyak AI yang akan datang
di tahun-tahun mendatang. Tentunya AI yang lebih baik lagi dengan lebih banyak
perbaikan, pengembangan, dan penerapannya.
“Kecerdasan buatan memiliki hubungan yang sama dengan
kecerdasan seperti halnya bunga buatan dengan bunga” (David Parnas)
Kecerdasan
buatan tidak selalu dikonotasikan negatif yang akan menggantikan peran manusia.
Walaupun ada beberapa pekerjaan yang bisa saja digantikan oleh AI, namun AI
juga membawa pekerjaan atau profesi baru seperti data
scientist misalnya.
Satu
hal yang penting, kamu jangan terlalu berpikiran negatif terhadap kemampuan
yang dimiliki AI. Melainkan kamu seharusnya khawatir terhadap ketidakmampuan AI
sekarang. Mungkin kamu tidak bisa belajar banyak sekaligus dalam satu waktu
seperti halnya AI, namun kamu mampu bekerja sama dengan AI. Mungkin saja ada
sesuatu hal yang manusia perlu membutuhkan waktu ratusan tahun untuk
menemukannya, sedangkan dengan adanya kerjasama antara kamu dengan AI hal
tersebut bisa saja ditemukan dalam hitungan hari.
Tertarikkah
kamu untuk belajar membuat kecerdasan buatan sendiri? Kamu bisa belajar melalui
akademi Dicoding Machine
Learning Developer.
Disana kamu akan belajar tentang sub bidang dari AI yaitu machine
learning atau pembelajaran
mesin untuk mengoptimasi suatu proses.



0 comments:
Posting Komentar